10 Komponen Peta dan Penjelasannya

Komponen-Komponen Peta_Komponen peta terdiri dari judul peta, skala peta, keterangan peta/legenda peta, petunjuk arah/tanda orientasi, simbol dan warna, inset dan indeks peta, grid, nomor peta, sumber atau keterangan riwayat peta, dan lettering.

Sepuluh (10) Komponen Peta dan Penjelasannya:

1. Judul Peta
Judul peta memuat maksud dari peta. Judul memberi keterangan tentang data dan daerah mana yang tergambar pada peta tersebut. Contoh Peta Penyebaran Penduduk Pulau Jawa, Peta Bentuk Muka Bumi Asia, dan Peta Indonesia.

Judul peta biasanya diletakkan di bagian tengah atas peta. Judul peta dapat pula diletakkan di bagian lain, asalkan tidak mengganggu ketampakan dan informasi dari peta tersebut.

2. Skala Peta
Skala peta merupakan komponen peta yang penting karena dengan skala peta dapat diketahui jarak antara dua tempat. Skala peta adalah perbandingan antara jarak di peta dan jarak sebenarnya di muka bumi.

Jika pada peta tertulis skala 1:1.000.000, ini berarti tiap jarak 1 bagian sama dengan jarak 1.000.000 bagian di muka bumi. Jika di peta itu 1 bagian = 1 cm, di muka bumi = 10 km.

Ukuran jarak yang digunakan dalam peta, yaitu cm, m, km, inci, dan mil. Untuk di Indonesia, satuan yang umum dipakai adalah cm, m, atau km.

Skala peta dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

Tiga Jenis Skala Peta:

1). Skala Angka (Numerical Scale)
Skala ini sering disebut skala numerik, yaitu skala yang dinyatakan dalam bentuk perbandingan angka. Contoh: skala 1:100.000 dan skala 1:2.000.000.

Pada peta berskala 1:100.000, berarti tiap satuan panjang pada peta menggambarkan jarak yang sesungguhnya di lapangan. Jika satuan panjang menggunakan cm berarti tiap jarak 1 cm pada peta menggambarkan jarak 100.000 di lapangan sebenarnya.

2). Skala Verbal
Skala verbal adalah skala yang dinyatakan dengan kalimat atau kata-kata. Skala ini disebut juga skala inci berbanding mil yang dalam bahasa Inggris disebut "Inch Mile Scale". Contoh: skala dalam suatu peta dinyatakan dalam 1 inch to 5 miles, ini berarti jarak 1 inci di peta menggambarkan jarak 5 mil di lapangan atau jarak sebenarnya.

3). Skala Garis (Line Scale) atau Skala Grafik (Graphical Scale)
Skala ini dinyatakan dalam bentuk garis lurus yang terbagi dalam beberapa bagian yang sama panjangnya. Pada garis tersebut dicantumkan ukuran jarak yang sesungguhnya di lapangan, seperti dalam meter, kilometer, feet, atau mil

3. Legenda atau Keterangan Peta
Legenda juga merupakan komponen penting pada peta karena peta tanpa legenda atau keterangan petanya, maka peta sulit untuk dipahami.

Jadi, agar mudah dibaca dan ditafsirkan, peta harus dilengkapi dengan legenda atau keterangan. Legenda menerangkan arti dari simbol-simbol yang terdapat dalam peta.

4. Petunjuk Arah atau Tanda Orientasi
Petunjuk arah juga penting artinya pada peta. Gunanya untuk menunjukkan arah utara, selatan, timur, dan barat. Petunjuk arah pada peta biasanya berbentuk tanda panah yang menunjuk ke arah utara. Petunjuk ini diletakkan di bagian mana saja dari peta, asalkan tidak mengganggu ketampakan peta.

5. Simbol dan Warna Peta
Pembuatan peta dapat dilakukan dengan baik, jika memperhatikan dua hal yang penting, yaitu simbol dan warna.

a. Simbol Peta
Peta menyajikan berbagai informasi atau keterangan mengenai objek atau fenomena alam maupun buatan manusia. Fenomena alam contohnya sungai, danau, rawa, laut, gunung, pegunungan, relief, barang tambang, tumbuhan, dan hewan. Contoh, fenomena buatan antara lain penduduk, jalan raya, jalan kereta api, pelabuhan udara, pelabuhan laut, pemukiman, industri, sawah, batas wilayah, dan kota.

Untuk memberi informasi tentang fenomena yang terdapat pada suatu wilayah dipergunakan lambang tertentu yang maknanya dapat dipahami orang lain. Lambang tersebut dinamakan simbol peta.

Simbol peta dapat diartikan sebagai gambar pengganti dari objek yang terdapat di permukaan bumi. Penggunaan simbol-simbol pada peta bersifat konvensional, artinya sesuai dengan kelaziman umum atau dapat dimengerti secara umum.

Syarat-syarat simbol peta adalah sederhana, mudah dimengerti, dan bersifat umum (seperti disepakati oleh para kartografer).

Artikel terkait simbol peta :
b. Warna
Peta yang berwarna akan lebih indah dilihat dan ketampakan yang ingin disajikan juga kelihatan lebih jelas. Berikut ini dijelaskan secara singkat penggunaan warna pada peta:

1) Ketampakan hipsografi atau relief muka bumi, menggunakan warna dasar cokelat, dari cokelat sangat muda sampai cokelat sangat tua.

2) Ketampakan hidrografi atau perairan (sungai, danau, laut dan dataran rendah), menggunakan warna dasar biru, dari biru sangat muda (keputihputihan) sampai biru sangat tua (kehitaman).

3) Ketampakan tumbuhan atau vegetasi (misalnya hutan), menggunakan warna dasar hijau.

4) Ketampakan hasil budaya manusia (jalan, kota, pemukiman, batas wilayah, pelabuhan udara), menggunakan warna merah dan hitam.

6. Inset dan Indeks Peta
Peta yang dibaca harus diketahui dari bagian bumi sebelah mana area yang dipetakan tersebut. Inset peta merupakan peta yang diperbesar dari bagian belahan bumi. Sebagai contoh, kita akan memetakan Pulau Jawa, Jawa merupakan bagian dari Kepulauan Indonesia yang diinset.

Adapun indeks peta merupakan sistem tata letak peta, di mana menunjukkan letak peta yang bersangkutan terhadap peta yang lain di sekitarnya.

7. Grid
Pada selembar peta sering terlihat dibubuhi semacam jaringan kotak-kotak atau grid system. Tujuan grid memudahkan penunjukan lembar peta dari sekian banyak lembar peta dan untuk memudahkan penunjukan letak sebuah titik di atas lembar peta.

8. Nomor Peta
Penomoran peta penting untuk lembar peta dengan jumlah besar dan seluruh lembar peta terangkai dalam satu bagian muka bumi.

9. Sumber atau Keterangan Riwayat Peta
Sumber ditekankan pada pemberian identitas peta, meliputi penyusun peta, percetakan, sistem proyeksi peta, penyimpangan (deklinasi magnetis), tanggal atau tahun pengambilan data, dan tanggal pembuatan atau pencetakan peta yang memperkuat identitas penyusunan peta yang dapat dipertanggungjawabkan.

10. Lettering
Lettering adalah semua tulisan yang bermakna yang terdapat pada peta. Bentuk huruf meliputi huruf kapital, huruf kecil, kombinasi huruf kapital-kecil, serta tegak dan miring. Contoh penulisan pada peta adalah sebagai berikut.
a. Judul peta ditulis dengan huruf kapital tegak.
b. Hal-hal yang berkaitan dengan perairan ditulis dengan huruf miring.
c. Besar kecilnya huruf disesuaikan dengan kebutuhan akan keindahan dan isi peta.
d. Tulisan nama ibu kota lebih besar dibandingkan tulisan kota-kota lain.
Suatu peta yang tidak ada lettering-nya disebut peta buta. Peta ini banyak digunakan untuk menguji pemahaman siswa walaupun hanya ditugaskan untuk menunjukkan nama kota, sungai, atau gunung.

Demikian tentang 10 Komponen Peta dan Penjelasannya. Semoga bermanfaat.
Silakan bagikan artikel di atas lewat tombol share di bawah ini:
 
Home - Sitemap
Back To Top